IMA National Working Meeting 2025 in Surabaya Highlights AI, Digital Transformation & Cross-Sector Collaboration to Accelerate Indonesia’s MSME Growth

Surabaya, Indonesia — The Indonesia Marketing Association (IMA) successfully held the National Working Meeting (Rakernas) 2025 along with the IMA UMKM & Tourism Award 2025 at Four Points by Sheraton Surabaya, gathering national leaders, marketers, policymakers, and MSME innovators. The event emphasized Indonesia’s commitment to elevating Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through digitalization, artificial intelligence (AI), and collaborative marketing strategies.


Driving Theme: “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”

Rakernas IMA 2025 highlighted three strategic pillars:

  • Digital Transformation for MSMEs, enabling entrepreneurs to strengthen branding, market access, and competitiveness.
  • AI-driven Marketing Approaches, inspired by insights from industry figure Hermawan Kartajaya on “Punakawan & AI as the two new pillars of modern marketing.”
  • Cross-sector Collaboration, uniting government, private sector, academia, and communities to support MSME resilience and global market readiness.

IMA emphasized that MSMEs—contributing over 60% of Indonesia’s GDP—must be equipped with modern marketing skills to expand beyond traditional markets and enter the global value chain.


Key Guests & Institutional Support

The national event received strong support from strategic stakeholders, including:

  • Official Remarks from the Mayor’s Expert Staff (Staf Ahli Walikota Surabaya), stressing the city’s commitment to strengthening MSME digital capacity.
  • Representatives from the Ministry of Cooperatives & MSMEs, including the Assistant Deputy for Marketing, who highlighted the government’s vision for MSME scale-up through technology and integrated national programs.

These contributions reinforced the importance of a united national effort to elevate Indonesia’s MSME sector.


Program Highlights

1. Pre-Event Sustainability Action

The agenda began with a symbolic environmental initiative:
Planting 1,000 mangrove seedlings at the Wonorejo Mangrove Ecotourism Area—showcasing IMA’s commitment to sustainability and responsible business practices.

2. National MSME Expo

A curated exhibition showcased 20 MSMEs from across Indonesia and 6 leading MSMEs from Surabaya, along with industry partners and sponsors. Exhibitors featured innovative products in food, fashion, craft, technology, and tourism.

3. IMA UMKM & Tourism Award 2025

From more than 20 nominees, 6 Grand Winners were selected based on:

  • Innovation and product development
  • Marketing strategy & digital readiness
  • Creative economy and tourism integration
  • Long-term growth potential

The Tourism category, introduced this year, recognizes MSMEs contributing to Indonesia’s rising tourism and creative economy sectors.

The Indonesia Marketing Association proudly announces remarkable achievements from Yogyakarta-based MSMEs and tourism communities at the IMA UMKM & Tourism Award 2025.

🏆 Desa Wisata Tinalah — 3rd Place Winner

Desa Wisata Tinalah secured Third Place, recognized for its strong community-based tourism model, creative digital storytelling, and successful integration of culture, nature, and local entrepreneurship. The village stood out among nationwide finalists for its marketing innovation and sustainable tourism practices.

🎖 Fanri Collection — Top 20 Finalist

Fanri Collection, a rising fashion and craft MSME from Sleman, was selected as one of the Top 20 National Finalists, representing IMA Chapter Sleman. The brand was highlighted for product quality, branding consistency, and its adoption of digital marketing to reach broader markets.

🎖 Bagbone Leather Craft — Top 20 Finalist

Bagbone, a creative leather craft enterprise from Bantul, also entered the Top 20 Finalists. The brand was recognized for its craftsmanship excellence, innovative product designs, and marketing agility that aligns with current lifestyle trends.

These recognitions demonstrate the growing strength of Yogyakarta’s creative economy and tourism-based MSMEs, affirming the region’s strong potential in national and global markets.


Official Statements

“MSMEs are not just small businesses—they are entrepreneurs targeting the global market. Digital marketing and AI provide the gateway.”
— IMA Leadership, Rakernas 2025

“Collaboration, innovation, and digital readiness are the keys for MSMEs to rise and strengthen the national economy.”
— Organizing Committee, IMA Surabaya Chapter


Conclusion

The Rakernas IMA 2025 in Surabaya reaffirms Indonesia’s determination to empower MSMEs through technology, marketing excellence, and strategic partnerships. By fostering collaboration between government, businesses, and the creative sector, IMA envisions MSMEs that are globally competitive, digitally enabled, and sustainable.

IMA Dorong UMKM Naik Kelas: Rakernas 2025 & UMKM & Tourism Award di Surabaya Hadirkan Strategi Digitalisasi, AI, dan Kolaborasi

Surabaya — Four Points by Sheraton Surabaya menjadi tuan rumah perhelatan besar nasional bagi sektor pemasaran dan UMKM. Pada 5–7 Desember 2025, IMA menyelenggarakan Rakernas 2025 sekaligus menggelar acara puncak penghargaan IMA UMKM & Tourism Award 2025. Acara ini dirancang untuk memperkuat peranan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan menciptakan ekosistem pemasaran yang adaptif, inklusif, serta berdaya saing tinggi.

🎯 Fokus & Tema: “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”

Dengan tema “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”, Rakernas IMA 2025 menegaskan komitmen IMA untuk:

Mempercepat transformasi digital dan pemasaran UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Mendorong kolaborasi lintas sektor — antara pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, dan pelaku bisnis lainnya — sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Menyediakan pendampingan, mentoring, pelatihan pemasaran, akses pasar, dan support sistem bagi pelaku UMKM agar mampu “naik kelas”.

Menurut pernyataan resmi dalam Rakernas, IMA menilai bahwa di era global dan disrupsi teknologi ini, UMKM perlu diperlengkapi tidak hanya dengan modal dan produk, tetapi juga dengan “mindset pengusaha global”, strategi pemasaran modern, dan pemanfaatan teknologi.

📅 Rangkaian Kegiatan — Bukan Sekadar Meeting Biasa

Sebagai pembuka rangkaian, pada Jumat 28 November 2025, IMA Chapter Surabaya menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di Eco Wisata Mangrove Wonorejo — sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta tanggung jawab sosial.

Bazar dan pameran UMKM ikut meramaikan agenda, dengan 28 stan tersedia: 20 stan untuk UMKM dari seluruh Indonesia, 6 stan untuk UMKM unggulan dari Surabaya, dan sisanya untuk sponsor.

Yang menjadi puncak acara adalah pemberian IMA UMKM & Tourism Award 2025 — dari 20 finalis terpilih hingga penyaringan menjadi 6 pemenang di malam puncak. Penghargaan ini menghormati pelaku usaha yang menunjukkan komitmen, inovasi, kualitas produk dan pemasaran, serta potensi kontribusi terhadap sektor UMKM dan pariwisata.


🏆 IMA UMKM & Tourism Award: Inovasi dan Ekspansi Pelaku UMKM & Ekraf

Penghargaan ini menandai keberanian IMA untuk menyesuaikan diri dengan tren: bahwa banyak UMKM kini berkembang ke bidang ekonomi kreatif (ekraf) dan pariwisata — bukan sekadar produksi barang. Dengan memasukkan kategori “Tourism”, IMA memberi ruang yang lebih luas bagi UMKM yg bergerak di sektor kreatif dan pariwisata untuk mendapat pengakuan dan dukungan.

Bagi pemenang, penghargaan ini bukan hanya simbol prestise — tetapi juga akses ke program mentoring rutin, jaringan pemasaran yang lebih luas, dan pendampingan pemasaran digital agar bisa “naik kelas” dan lebih kompetitif.


🔗 Kolaborasi dengan Pemerintah & Pemangku Kepentingan

Rakernas dan penghargaan ini tidak berjalan sendiri: IMA terus menekankan pentingnya sinergi dengan pihak pemerintahan, komunitas, serta sektor swasta. Dengan memadukan modal sosial, keahlian pemasaran, jaringan dan teknologi — diharapkan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan mampu menembus pasar nasional bahkan global.

Dalam beberapa pernyataan resmi, IMA menegaskan bahwa transformasi digital, pemasaran inovatif, dan kolaborasi adalah kunci agar UMKM mampu naik kelas dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Indonesia Marketing Association (IMA) dengan bangga mengumumkan capaian membanggakan dari pelaku UMKM dan desa wisata asal Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang IMA UMKM & Tourism Award 2025.

🏆 Desa Wisata Tinalah — Juara 3 Nasional

Desa Wisata Tinalah wakil dari IMA chaoter Sleman meraih Juara 3 pada kategori penghargaan nasional. Desa wisata ini dinilai unggul berkat kekuatan model pariwisata berbasis masyarakat, storytelling digital yang kreatif, serta kemampuan mengintegrasikan budaya, alam, dan kewirausahaan lokal secara berkelanjutan.

🎖 Fanri Collection — Masuk 20 Besar Nasional

Fanri Collection, UMKM fashion dan kriya asal Sleman, berhasil masuk dalam 20 Besar Finalis Nasional, mewakili IMA Chapter Sleman. Brand ini diapresiasi karena kualitas produk yang konsisten, kekuatan branding, serta pemanfaatan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

🎖 Bagbone — Masuk 20 Besar Nasional

Bagbone, UMKM kriya kulit asal Bantul, juga terpilih sebagai 20 Besar Finalis Nasional. Produk kulit inovatif, desain kreatif, dan kemampuan menyesuaikan strategi pemasaran dengan tren gaya hidup menjadi alasan utama brand ini mendapat pengakuan nasional.

Prestasi ini menunjukkan semakin kuatnya fondasi ekonomi kreatif dan sektor UMKM DIY, sekaligus menegaskan potensi besar Yogyakarta dalam bersaing di tingkat nasional maupun global.

📌 Pernyataan Resmi (Highlight)

“UMKM tidak bisa dibedakan lagi sebagai pelaku kecil — mereka adalah pengusaha yang menargetkan pasar global.” — Pernyataan pejabat IMA pada Rakernas 2025.

“Kolaborasi, inovasi pemasaran, dan digitalisasi adalah pintu untuk membawa UMKM naik kelas.” — Pernyataan dalam konferensi pers penyelenggara, menjelang Rakernas IMA & UMKM & Tourism Award 2025

Penutup
Dengan diadakannya Rakernas IMA 2025 dan IMA UMKM & Tourism Award 2025 di Surabaya, IMA menegaskan bahwa masa depan UMKM Indonesia adalah digital, kolaboratif, berkelanjutan — dan layak untuk dibanggakan. Kami mengundang publik, media, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung tumbuhnya ekosistem UMKM & ekonomi kreatif nasional.