
Surabaya — Four Points by Sheraton Surabaya menjadi tuan rumah perhelatan besar nasional bagi sektor pemasaran dan UMKM. Pada 5–7 Desember 2025, IMA menyelenggarakan Rakernas 2025 sekaligus menggelar acara puncak penghargaan IMA UMKM & Tourism Award 2025. Acara ini dirancang untuk memperkuat peranan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan menciptakan ekosistem pemasaran yang adaptif, inklusif, serta berdaya saing tinggi.

🎯 Fokus & Tema: “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”
Dengan tema “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”, Rakernas IMA 2025 menegaskan komitmen IMA untuk:
Mempercepat transformasi digital dan pemasaran UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Mendorong kolaborasi lintas sektor — antara pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, dan pelaku bisnis lainnya — sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Menyediakan pendampingan, mentoring, pelatihan pemasaran, akses pasar, dan support sistem bagi pelaku UMKM agar mampu “naik kelas”.
Menurut pernyataan resmi dalam Rakernas, IMA menilai bahwa di era global dan disrupsi teknologi ini, UMKM perlu diperlengkapi tidak hanya dengan modal dan produk, tetapi juga dengan “mindset pengusaha global”, strategi pemasaran modern, dan pemanfaatan teknologi.

📅 Rangkaian Kegiatan — Bukan Sekadar Meeting Biasa
Sebagai pembuka rangkaian, pada Jumat 28 November 2025, IMA Chapter Surabaya menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di Eco Wisata Mangrove Wonorejo — sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta tanggung jawab sosial.
Bazar dan pameran UMKM ikut meramaikan agenda, dengan 28 stan tersedia: 20 stan untuk UMKM dari seluruh Indonesia, 6 stan untuk UMKM unggulan dari Surabaya, dan sisanya untuk sponsor.
Yang menjadi puncak acara adalah pemberian IMA UMKM & Tourism Award 2025 — dari 20 finalis terpilih hingga penyaringan menjadi 6 pemenang di malam puncak. Penghargaan ini menghormati pelaku usaha yang menunjukkan komitmen, inovasi, kualitas produk dan pemasaran, serta potensi kontribusi terhadap sektor UMKM dan pariwisata.

🏆 IMA UMKM & Tourism Award: Inovasi dan Ekspansi Pelaku UMKM & Ekraf
Penghargaan ini menandai keberanian IMA untuk menyesuaikan diri dengan tren: bahwa banyak UMKM kini berkembang ke bidang ekonomi kreatif (ekraf) dan pariwisata — bukan sekadar produksi barang. Dengan memasukkan kategori “Tourism”, IMA memberi ruang yang lebih luas bagi UMKM yg bergerak di sektor kreatif dan pariwisata untuk mendapat pengakuan dan dukungan.
Bagi pemenang, penghargaan ini bukan hanya simbol prestise — tetapi juga akses ke program mentoring rutin, jaringan pemasaran yang lebih luas, dan pendampingan pemasaran digital agar bisa “naik kelas” dan lebih kompetitif.
🔗 Kolaborasi dengan Pemerintah & Pemangku Kepentingan
Rakernas dan penghargaan ini tidak berjalan sendiri: IMA terus menekankan pentingnya sinergi dengan pihak pemerintahan, komunitas, serta sektor swasta. Dengan memadukan modal sosial, keahlian pemasaran, jaringan dan teknologi — diharapkan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan mampu menembus pasar nasional bahkan global.
Dalam beberapa pernyataan resmi, IMA menegaskan bahwa transformasi digital, pemasaran inovatif, dan kolaborasi adalah kunci agar UMKM mampu naik kelas dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Indonesia Marketing Association (IMA) dengan bangga mengumumkan capaian membanggakan dari pelaku UMKM dan desa wisata asal Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang IMA UMKM & Tourism Award 2025.
🏆 Desa Wisata Tinalah — Juara 3 Nasional
Desa Wisata Tinalah wakil dari IMA chaoter Sleman meraih Juara 3 pada kategori penghargaan nasional. Desa wisata ini dinilai unggul berkat kekuatan model pariwisata berbasis masyarakat, storytelling digital yang kreatif, serta kemampuan mengintegrasikan budaya, alam, dan kewirausahaan lokal secara berkelanjutan.
🎖 Fanri Collection — Masuk 20 Besar Nasional
Fanri Collection, UMKM fashion dan kriya asal Sleman, berhasil masuk dalam 20 Besar Finalis Nasional, mewakili IMA Chapter Sleman. Brand ini diapresiasi karena kualitas produk yang konsisten, kekuatan branding, serta pemanfaatan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
🎖 Bagbone — Masuk 20 Besar Nasional
Bagbone, UMKM kriya kulit asal Bantul, juga terpilih sebagai 20 Besar Finalis Nasional. Produk kulit inovatif, desain kreatif, dan kemampuan menyesuaikan strategi pemasaran dengan tren gaya hidup menjadi alasan utama brand ini mendapat pengakuan nasional.
Prestasi ini menunjukkan semakin kuatnya fondasi ekonomi kreatif dan sektor UMKM DIY, sekaligus menegaskan potensi besar Yogyakarta dalam bersaing di tingkat nasional maupun global.
📌 Pernyataan Resmi (Highlight)
“UMKM tidak bisa dibedakan lagi sebagai pelaku kecil — mereka adalah pengusaha yang menargetkan pasar global.” — Pernyataan pejabat IMA pada Rakernas 2025.
“Kolaborasi, inovasi pemasaran, dan digitalisasi adalah pintu untuk membawa UMKM naik kelas.” — Pernyataan dalam konferensi pers penyelenggara, menjelang Rakernas IMA & UMKM & Tourism Award 2025
Penutup
Dengan diadakannya Rakernas IMA 2025 dan IMA UMKM & Tourism Award 2025 di Surabaya, IMA menegaskan bahwa masa depan UMKM Indonesia adalah digital, kolaboratif, berkelanjutan — dan layak untuk dibanggakan. Kami mengundang publik, media, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung tumbuhnya ekosistem UMKM & ekonomi kreatif nasional.

