IMA National Working Meeting 2025 in Surabaya Highlights AI, Digital Transformation & Cross-Sector Collaboration to Accelerate Indonesia’s MSME Growth

Surabaya, Indonesia — The Indonesia Marketing Association (IMA) successfully held the National Working Meeting (Rakernas) 2025 along with the IMA UMKM & Tourism Award 2025 at Four Points by Sheraton Surabaya, gathering national leaders, marketers, policymakers, and MSME innovators. The event emphasized Indonesia’s commitment to elevating Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through digitalization, artificial intelligence (AI), and collaborative marketing strategies.


Driving Theme: “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”

Rakernas IMA 2025 highlighted three strategic pillars:

  • Digital Transformation for MSMEs, enabling entrepreneurs to strengthen branding, market access, and competitiveness.
  • AI-driven Marketing Approaches, inspired by insights from industry figure Hermawan Kartajaya on “Punakawan & AI as the two new pillars of modern marketing.”
  • Cross-sector Collaboration, uniting government, private sector, academia, and communities to support MSME resilience and global market readiness.

IMA emphasized that MSMEs—contributing over 60% of Indonesia’s GDP—must be equipped with modern marketing skills to expand beyond traditional markets and enter the global value chain.


Key Guests & Institutional Support

The national event received strong support from strategic stakeholders, including:

  • Official Remarks from the Mayor’s Expert Staff (Staf Ahli Walikota Surabaya), stressing the city’s commitment to strengthening MSME digital capacity.
  • Representatives from the Ministry of Cooperatives & MSMEs, including the Assistant Deputy for Marketing, who highlighted the government’s vision for MSME scale-up through technology and integrated national programs.

These contributions reinforced the importance of a united national effort to elevate Indonesia’s MSME sector.


Program Highlights

1. Pre-Event Sustainability Action

The agenda began with a symbolic environmental initiative:
Planting 1,000 mangrove seedlings at the Wonorejo Mangrove Ecotourism Area—showcasing IMA’s commitment to sustainability and responsible business practices.

2. National MSME Expo

A curated exhibition showcased 20 MSMEs from across Indonesia and 6 leading MSMEs from Surabaya, along with industry partners and sponsors. Exhibitors featured innovative products in food, fashion, craft, technology, and tourism.

3. IMA UMKM & Tourism Award 2025

From more than 20 nominees, 6 Grand Winners were selected based on:

  • Innovation and product development
  • Marketing strategy & digital readiness
  • Creative economy and tourism integration
  • Long-term growth potential

The Tourism category, introduced this year, recognizes MSMEs contributing to Indonesia’s rising tourism and creative economy sectors.

The Indonesia Marketing Association proudly announces remarkable achievements from Yogyakarta-based MSMEs and tourism communities at the IMA UMKM & Tourism Award 2025.

🏆 Desa Wisata Tinalah — 3rd Place Winner

Desa Wisata Tinalah secured Third Place, recognized for its strong community-based tourism model, creative digital storytelling, and successful integration of culture, nature, and local entrepreneurship. The village stood out among nationwide finalists for its marketing innovation and sustainable tourism practices.

🎖 Fanri Collection — Top 20 Finalist

Fanri Collection, a rising fashion and craft MSME from Sleman, was selected as one of the Top 20 National Finalists, representing IMA Chapter Sleman. The brand was highlighted for product quality, branding consistency, and its adoption of digital marketing to reach broader markets.

🎖 Bagbone Leather Craft — Top 20 Finalist

Bagbone, a creative leather craft enterprise from Bantul, also entered the Top 20 Finalists. The brand was recognized for its craftsmanship excellence, innovative product designs, and marketing agility that aligns with current lifestyle trends.

These recognitions demonstrate the growing strength of Yogyakarta’s creative economy and tourism-based MSMEs, affirming the region’s strong potential in national and global markets.


Official Statements

“MSMEs are not just small businesses—they are entrepreneurs targeting the global market. Digital marketing and AI provide the gateway.”
— IMA Leadership, Rakernas 2025

“Collaboration, innovation, and digital readiness are the keys for MSMEs to rise and strengthen the national economy.”
— Organizing Committee, IMA Surabaya Chapter


Conclusion

The Rakernas IMA 2025 in Surabaya reaffirms Indonesia’s determination to empower MSMEs through technology, marketing excellence, and strategic partnerships. By fostering collaboration between government, businesses, and the creative sector, IMA envisions MSMEs that are globally competitive, digitally enabled, and sustainable.

IMA Dorong UMKM Naik Kelas: Rakernas 2025 & UMKM & Tourism Award di Surabaya Hadirkan Strategi Digitalisasi, AI, dan Kolaborasi

Surabaya — Four Points by Sheraton Surabaya menjadi tuan rumah perhelatan besar nasional bagi sektor pemasaran dan UMKM. Pada 5–7 Desember 2025, IMA menyelenggarakan Rakernas 2025 sekaligus menggelar acara puncak penghargaan IMA UMKM & Tourism Award 2025. Acara ini dirancang untuk memperkuat peranan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan menciptakan ekosistem pemasaran yang adaptif, inklusif, serta berdaya saing tinggi.

🎯 Fokus & Tema: “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”

Dengan tema “Rising and Collaborating for a Stronger Economy”, Rakernas IMA 2025 menegaskan komitmen IMA untuk:

Mempercepat transformasi digital dan pemasaran UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Mendorong kolaborasi lintas sektor — antara pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, dan pelaku bisnis lainnya — sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Menyediakan pendampingan, mentoring, pelatihan pemasaran, akses pasar, dan support sistem bagi pelaku UMKM agar mampu “naik kelas”.

Menurut pernyataan resmi dalam Rakernas, IMA menilai bahwa di era global dan disrupsi teknologi ini, UMKM perlu diperlengkapi tidak hanya dengan modal dan produk, tetapi juga dengan “mindset pengusaha global”, strategi pemasaran modern, dan pemanfaatan teknologi.

📅 Rangkaian Kegiatan — Bukan Sekadar Meeting Biasa

Sebagai pembuka rangkaian, pada Jumat 28 November 2025, IMA Chapter Surabaya menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di Eco Wisata Mangrove Wonorejo — sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta tanggung jawab sosial.

Bazar dan pameran UMKM ikut meramaikan agenda, dengan 28 stan tersedia: 20 stan untuk UMKM dari seluruh Indonesia, 6 stan untuk UMKM unggulan dari Surabaya, dan sisanya untuk sponsor.

Yang menjadi puncak acara adalah pemberian IMA UMKM & Tourism Award 2025 — dari 20 finalis terpilih hingga penyaringan menjadi 6 pemenang di malam puncak. Penghargaan ini menghormati pelaku usaha yang menunjukkan komitmen, inovasi, kualitas produk dan pemasaran, serta potensi kontribusi terhadap sektor UMKM dan pariwisata.


🏆 IMA UMKM & Tourism Award: Inovasi dan Ekspansi Pelaku UMKM & Ekraf

Penghargaan ini menandai keberanian IMA untuk menyesuaikan diri dengan tren: bahwa banyak UMKM kini berkembang ke bidang ekonomi kreatif (ekraf) dan pariwisata — bukan sekadar produksi barang. Dengan memasukkan kategori “Tourism”, IMA memberi ruang yang lebih luas bagi UMKM yg bergerak di sektor kreatif dan pariwisata untuk mendapat pengakuan dan dukungan.

Bagi pemenang, penghargaan ini bukan hanya simbol prestise — tetapi juga akses ke program mentoring rutin, jaringan pemasaran yang lebih luas, dan pendampingan pemasaran digital agar bisa “naik kelas” dan lebih kompetitif.


🔗 Kolaborasi dengan Pemerintah & Pemangku Kepentingan

Rakernas dan penghargaan ini tidak berjalan sendiri: IMA terus menekankan pentingnya sinergi dengan pihak pemerintahan, komunitas, serta sektor swasta. Dengan memadukan modal sosial, keahlian pemasaran, jaringan dan teknologi — diharapkan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan mampu menembus pasar nasional bahkan global.

Dalam beberapa pernyataan resmi, IMA menegaskan bahwa transformasi digital, pemasaran inovatif, dan kolaborasi adalah kunci agar UMKM mampu naik kelas dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Indonesia Marketing Association (IMA) dengan bangga mengumumkan capaian membanggakan dari pelaku UMKM dan desa wisata asal Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang IMA UMKM & Tourism Award 2025.

🏆 Desa Wisata Tinalah — Juara 3 Nasional

Desa Wisata Tinalah wakil dari IMA chaoter Sleman meraih Juara 3 pada kategori penghargaan nasional. Desa wisata ini dinilai unggul berkat kekuatan model pariwisata berbasis masyarakat, storytelling digital yang kreatif, serta kemampuan mengintegrasikan budaya, alam, dan kewirausahaan lokal secara berkelanjutan.

🎖 Fanri Collection — Masuk 20 Besar Nasional

Fanri Collection, UMKM fashion dan kriya asal Sleman, berhasil masuk dalam 20 Besar Finalis Nasional, mewakili IMA Chapter Sleman. Brand ini diapresiasi karena kualitas produk yang konsisten, kekuatan branding, serta pemanfaatan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

🎖 Bagbone — Masuk 20 Besar Nasional

Bagbone, UMKM kriya kulit asal Bantul, juga terpilih sebagai 20 Besar Finalis Nasional. Produk kulit inovatif, desain kreatif, dan kemampuan menyesuaikan strategi pemasaran dengan tren gaya hidup menjadi alasan utama brand ini mendapat pengakuan nasional.

Prestasi ini menunjukkan semakin kuatnya fondasi ekonomi kreatif dan sektor UMKM DIY, sekaligus menegaskan potensi besar Yogyakarta dalam bersaing di tingkat nasional maupun global.

📌 Pernyataan Resmi (Highlight)

“UMKM tidak bisa dibedakan lagi sebagai pelaku kecil — mereka adalah pengusaha yang menargetkan pasar global.” — Pernyataan pejabat IMA pada Rakernas 2025.

“Kolaborasi, inovasi pemasaran, dan digitalisasi adalah pintu untuk membawa UMKM naik kelas.” — Pernyataan dalam konferensi pers penyelenggara, menjelang Rakernas IMA & UMKM & Tourism Award 2025

Penutup
Dengan diadakannya Rakernas IMA 2025 dan IMA UMKM & Tourism Award 2025 di Surabaya, IMA menegaskan bahwa masa depan UMKM Indonesia adalah digital, kolaboratif, berkelanjutan — dan layak untuk dibanggakan. Kami mengundang publik, media, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung tumbuhnya ekosistem UMKM & ekonomi kreatif nasional.

IMA Chapter Sleman Perkuat Kolaborasi melalui Kunjungan ke Tiga UMKM dan Destinasi Wisata Inspiratif di DIY

Yogyakarta, November 2025 —
Dalam semangat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan ekonomi lokal, President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Sleman R. Haris Martapa, SE.MT. melaksanakan kunjungan lapangan ke tiga pelaku UMKM dan destinasi wisata inspiratif di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni:

Bagbone Leather – Sentra produk kulit kreatif di Kabupaten Bantul
Fanri Collection – Pelaku usaha busana muslim dan kreatif di Kabupaten Sleman
Desa Wisata Tinalah – Destinasi wisata berbasis alam dan budaya di Kabupaten Kulon Progo

Kunjungan ini menjadi langkah nyata IMA Chapter Sleman dalam mendukung penguatan local empowerment, inovasi bisnis, dan pembangunan berkelanjutan di sektor UMKM dan pariwisata. 💪🌿

Melalui dialog langsung dengan para pelaku usaha, IMA Chapter Sleman menggali potensi, tantangan, serta peluang kolaborasi dalam bidang pemasaran, branding digital, dan peningkatan daya saing produk serta destinasi lokal.

“Kunjungan ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir langsung di lapangan, memahami kebutuhan pelaku usaha, dan bersama-sama mencari solusi inovatif agar UMKM dan destinasi wisata di DIY dapat tumbuh mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi pada perekonomian daerah,” ujar President IMA Chapter Sleman.

Ke depan, hasil kunjungan ini akan menjadi dasar bagi IMA Chapter Sleman dalam menyusun program pendampingan dan sinergi berkelanjutan antara asosiasi profesional, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas pelaku usaha di DIY.

Langkah ini menegaskan komitmen IMA untuk terus menjadi katalis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata yang berlandaskan nilai inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan. 🌟

IMA UMKM & Tourism Award 2025 – Tahap 3: Apresiasi bagi 20 Pelaku Usaha dan Destinasi Wisata Inspiratif Indonesia

Jakarta, November 2025 —
Indonesia Marketing Association (IMA) kembali mengukuhkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata nasional melalui program IMA UMKM & Tourism Award 2025.

Memasuki Tahap 3, sebanyak 20 pelaku usaha dan destinasi wisata inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia resmi terpilih sebagai Pemenang IMA UMKM & Tourism Award 2025 (Tahap 3). Penghargaan ini diberikan kepada para pelaku yang dinilai berhasil menunjukkan inovasi, ketangguhan, serta kontribusi positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan keberlanjutan. 🏆

Program ini merupakan inisiatif strategis IMA dalam mengkurasi, mengembangkan, dan meningkatkan level UMKM serta destinasi pariwisata nasional menuju kemandirian dan daya saing global. Melalui proses seleksi yang ketat dan pendampingan berkelanjutan, IMA berupaya membangun ekosistem bisnis yang inovatif, beretika, dan adaptif terhadap tantangan zaman. 🌍

Selanjutnya, para pemenang akan melangkah ke Tahap 4 – Mentoring, yaitu sesi pendampingan intensif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas manajerial, strategi pemasaran, inovasi digital, serta jejaring bisnis mereka di tingkat nasional maupun internasional. 💡

“Program ini bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi wadah pembelajaran dan kolaborasi lintas sektor. IMA berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM dan destinasi wisata Indonesia agar mampu tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Presiden IMA Chapter Sleman R. Haris Martapa, SE.MT. .

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, IMA mengajak seluruh pelaku usaha dan penggerak pariwisata di Indonesia untuk terus berkarya, beradaptasi, dan berinovasi demi kemajuan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. 👏✨

Menjalin Silaturahmi, Membuka Sinergi: IMA Chapter Sleman Jalin Kerja Sama Strategis dengan Dinas Terkait di DIY

Yogyakarta, November 2025 —
Sebagai upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas sektor, President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Sleman R. Haris Martapa, SE.MT. melakukan kunjungan resmi ke dua instansi pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu:

📍 Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo pada 16 Oktober 2025, dan
📍 Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul pada 6 November 2025.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah nyata IMA Chapter Sleman dalam memperkenalkan peran strategis asosiasi dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM di DIY. Melalui silaturahmi dan dialog terbuka, IMA Chapter Sleman berkomitmen untuk membangun sinergi berkelanjutan antara dunia pemasaran profesional, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah.

President IMA Chapter Sleman menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.

“IMA hadir bukan hanya sebagai komunitas profesional di bidang marketing, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat citra destinasi pariwisata sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu naik kelas,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kolaborasi konkret dalam bentuk program pendampingan, promosi terpadu, serta penguatan branding destinasi dan produk lokal DIY, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis inovasi dan keberlanjutan. 🌿

Kolaborasi Nyata untuk Pemberdayaan IKM Sleman: Sinergi FEB UII Yogyakarta dan IMA Chapter Sleman

Sleman, 2025 —
Semangat kolaborasi kembali diwujudkan melalui kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Indonesia (FEB UII) Yogyakarta dan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Sleman dalam program pendampingan dan pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) Sleman.

Kegiatan yang diinisiasi bersama ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun IKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islami dan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam setiap langkah pengembangannya.

Anggota IMA Chapter Sleman, yaitu Bapak Arif, Bapak Anas, dan Bapak Endy serta seluruh tim IMA Chapter Sleman, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi aktif dari FEB UII Yogyakarta. Pendampingan yang berlangsung sepanjang tahun 2025 ini menjadi bentuk nyata sinergi antara akademisi dan praktisi dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.

“Kerja sama ini bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi tentang membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk IKM agar mampu bertumbuh, beradaptasi, dan bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” ujar perwakilan IMA Chapter Sleman.

Dengan dukungan berbagai pihak, langkah ini diharapkan menjadi model kolaborasi efektif antara kampus, asosiasi profesi, dan pelaku IKM dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis inovasi dan keberlanjutan. 🌿

Koordinasi dan Mentoring UMKM & Tourism Award 2025 Bersama IMA Chapter Sleman

Sleman, 10 September 2025 – Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Sleman sukses menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Mentoring UMKM & Tourism Award 2025 yang berlangsung di Ruang Co Working Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman.

Acara ini dibuka dengan sambutan dan keynote speech dari Presiden IMA Chapter Sleman, R. Haris Martapa, SE., MT., yang menekankan pentingnya sinergi antara pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan dukungan dari berbagai stakeholder untuk menghadapi tantangan pemasaran di era digital.

“UMKM dan sektor pariwisata lokal adalah garda terdepan dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Melalui program mentoring ini, kami berharap tercipta inovasi, jejaring, serta strategi pemasaran yang berdaya saing global,” ungkap R. Haris Martapa dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran pengurus IMA Chapter Sleman, mentor, serta para pelaku UMKM peserta Tourism Award 2025.

Peserta dan Undangan yang Hadir:

  1. R. Haris Martapa, SE, MT – President IMA Chapter Sleman
  2. Dra. RR Mae Rusmi S., MT – Executive Vice President IMA Chapter Sleman (berhalangan hadir karena ada agenda lain yang bersamaan)
  3. Kurnia Astuti, S.Sos, M.Si – Secretary General IMA Chapter Sleman
  4. Yantini, S.Sos, MPA – Sekretariat IMA Chapter Sleman
  5. Juli Yanti Nasution – Owner Zairu, Juara Favorite UMKM Award 2024 (Mentor)
  6. Erink – PT Nutrifood, 20 Besar UMKM Award 2024 (Mentor)
  7. Herry, ST – Penyuluh Perindag
  8. Dimas Ardiansyah, ST – Penyuluh Perindag
  9. Emilliana Maulida – Koleksi Elana Daster Cantik, Peserta UMKM Award 2025
  10. Ahmad Qodri Yasirul Amri – Fanri Collection, Peserta UMKM Award 2025
  11. Dhanie Prima Novita, SE – Offero Amerta Raya, Peserta UMKM Award 2025
  12. Sutrisno – Brounis Paris, Peserta UMKM Award 2025
  13. Akbar Suwardoyo – Bagbone Leather, Peserta UMKM Award 2025
  14. Galuh Alif Fahmi Rizki – Desa Wisata Tinalah, Peserta UMKM Award 2025

Tujuan Acara

Melalui kegiatan koordinasi dan mentoring ini, IMA Chapter Sleman berkomitmen untuk:

  • Meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
  • Mendukung sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
  • Membangun kolaborasi strategis antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan UMKM dan sektor pariwisata Sleman semakin siap menghadapi persaingan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam perekonomian nasional.


Tentang IMA Chapter Sleman
Indonesia Marketing Association (IMA) merupakan organisasi profesi yang mewadahi para praktisi, akademisi, dan pemerhati pemasaran di Indonesia. IMA Chapter Sleman berfokus pada pengembangan ekosistem pemasaran yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing global.

“Dari Lokal ke Global: UMKM Indonesia Mendunia!” Sukses Dorong UMKM Indonesia Siap Ekspor

Yogyakarta, 29 Agustus 2025 – Seminar nasional bertajuk “Dari Lokal ke Global: UMKM Indonesia Mendunia!” telah sukses diselenggarakan pada Jumat, 29 Agustus 2025, di ROS IN Hotel, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan para pakar ekspor, praktisi bisnis, serta dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN).

Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Miftah Farid, S.Tp., M.S.E, selaku Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peningkatan daya saing UMKM melalui strategi ekspor yang terukur, riset pasar internasional, serta pemanfaatan dukungan pemerintah agar UMKM Indonesia mampu bersaing di kancah global.

Seminar ini menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya:

  • Naufal Zuhdi, Manajer Retail Team RPX
  • Titan Sabtian, Direktur PT. Mallindo Global Network
  • Prayudha Utama, Kepala Departemen Akses Pasar LPEI

Melalui sesi seminar, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai strategi ekspor, cara menemukan buyer internasional, tips memilih logistik, serta peluang pembiayaan ekspor. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan Ekspor Clinic, Kurasi Produk, dan Business Matching yang membuka peluang langsung bagi UMKM untuk memperluas pasar.

Acara ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor dengan kuota terbatas. Antusiasme peserta membuktikan bahwa semakin banyak UMKM siap bertransformasi menuju pasar global.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan:

  • Kementerian Perdagangan RI (Ditjen PEN)
  • PT. Antareja Prima Antaran – RPX
  • PT. Mallindo Global Network
  • Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI)

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan UMKM Indonesia semakin percaya diri, mampu meningkatkan daya saing, dan siap mengembangkan bisnisnya hingga ke kancah internasional.

Kontak Media:
Panitia UMKM Go Global
📞 +62 815-7301-4678
✉️ umkmbisaekspor@gmail.com

Business Matching IKM Sleman dengan PHRI, ASITA, dan IMA Chapter Sleman

Dorong Sinergi UMKM, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Sleman

Sleman, 26 Agustus 2025 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Business Matching IKM Sleman dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), serta Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Sleman. Acara ini berlangsung di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman, Jl. Magelang Km 10, Bangunrejo, Tridadi, Sleman.

Business Matching ini menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) terkurasi Sleman dengan sektor pariwisata, meliputi hotel, restoran, serta biro perjalanan. Melalui forum ini, diharapkan terbuka peluang kerja sama dalam pengadaan produk lokal, promosi bersama, hingga pengembangan jejaring pemasaran yang lebih luas.

Acara ini menghadirkan keynote speech dari Bapak Syukron Arif Muttaqin, Anggota DPRD Sleman sekaligus Anggota IMA Sleman. Selain itu, turut hadir PHRI DIY yang diwakili Bapak Joko Paromo serta Ketua PHRI Sleman, Bapak Andhu Pakerti, M.Eng., yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi antara IKM dan sektor pariwisata.

Bapak Syukron Arif Muttaqin, Anggota DPRD Sleman sekaligus Anggota IMA Sleman. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi lintas sektor:

“IKM adalah tulang punggung perekonomian Sleman. Kolaborasi dengan sektor pariwisata melalui PHRI, ASITA, dan dukungan IMA akan membuka jalan bagi produk lokal kita untuk menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke level internasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Dra. RR Mae Rusmi S., M.T., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat rantai pasok antara pelaku usaha lokal dengan industri pariwisata.

“Sleman memiliki potensi produk IKM yang luar biasa, mulai dari kuliner, minuman herbal, fesyen, hingga kriya. Melalui Business Matching ini, kami mendorong produk lokal agar dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Sleman,” ujarnya.

Selain PHRI dan ASITA, kegiatan ini juga didukung oleh Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Sleman, sebuah asosiasi profesional di bidang pemasaran yang berfokus pada peningkatan daya saing UMKM melalui strategi pemasaran, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, organisasi pemasaran, dan pelaku IKM, Business Matching ini diharapkan mampu:

  • Membuka akses pasar baru bagi IKM Sleman.
  • Memperkuat branding produk lokal dalam mendukung pariwisata.
  • Menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Acara ini dihadiri oleh puluhan IKM terpilih, perwakilan hotel, restoran, dan biro perjalanan wisata, serta stakeholder terkait. Forum ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menjadikan produk IKM Sleman tidak hanya berjaya di pasar lokal, tetapi juga siap menembus pasar nasional maupun internasional.